Wednesday, November 20, 2013

DIALOG IMAJINER : EDELWEISS



                                                                                                 INT. RUMAH, SORE

                      Anak lelakinya yang sedari tadi ia tunggu kepulangannya, baru saja tiba di hadapannya.
                      Ia nampak bergegas. Dan entah apa itu, sepertinya ia membawa sesuatu di tangannya.

Ayah : “Apa yang kau bawa itu nak?”
Anak : “Oh ini? Aku membawa seikat edelweiss ayah.”

Ayah : “Edelweiss? Kukira kau sangat mencintai edelweiss?”
Anak : “Ya, aku benar-benar sangat mencintainya Ayah”

Ayah : “Lalu mengapa kau memetiknya dan membawanya?”

Keheningan menghampiri sebentar, menengahi pembicaraan itu.

Anak : “Tentu saja karena, aku ingin memilikinya”

Ayah : “Apa kau tidak tahu bahwa memilikinya hanya akan membunuhnya saja?!
 Sekalipun kau melakukannya atas dasar kecintaanmu!”

Sang anak terdiam. Ia sedikit kebingungan.

Ayah : “Edelweiss memiliki masa hidup yang relatif pendek. Setelah dipetik
    beberapa kali, ia tidak dapat menghasilkan benihnya lagi. Dan hingga
    pada akhirnya, secara perlahan ia akan lenyap dari lingkungannya tumbuh.”
           
                                                        ****

Ayah : “Bukankah kita pun telah sama-sama mengetahuinya nak,
  mencintai dan memiliki adalah dua hal yang sangat berbeda.”















Sumber foto: koleksi pribadi Agathon Yuda (edelweiss gunung gede)
Editor : kontemplasi diagonal




Post a Comment