Monday, October 14, 2013

DIALOG IMAJINER : KURBAN





INT. RUMAH BILIK, MALAM HARI

Di dalam sebuah ruang yang tak begitu besar,
 bersekat lembaran-lembaran bilik, 
seorang ayah dan seorang anak laki-lakinya 
tengah berbaring santai di atas tikar. 
Menatapi langit-langit rumah mereka yang nampak rusak. 
Sambil mendengarkan sayup-sayup takbir 
yang terus bersahutan menyambut Idul Adha di keesokannya.

Anak :
“Mengapa tahun ini kita tidak membeli hewan ternak 
untuk dikurbankan lagi Ayah?”

Ayah :
“Maafkan Ayah nak. Ayah masih belum mampu
 membeli satupun hewan kurban.”    

Anak :
“Tapi aku takut Ayah, jika Tuhan akan membenci kita 
seandainya kita tidak pernah melakukan kurban barang sekalipun.”

Ayah :
“Mengapa kau berpikiran begitu? 
Bukankah selama ini pun kita selalu berkurban. 
Bahkan sesuatu itu jauh lebih baik ketimbang 
berkurban jutaan ekor sapi sekalipun.”

  Anak :
“Benarkah Ayah? 
Memangnya apa yang selalu kita kurbankan itu Ayah?”
  
Ayah :
“Keinginan kita atas dunia, Anakku.
Tak banyak yang mampu mengorbankan itu.”




Post a Comment