Tuesday, May 29, 2012

GUMAMAN SANG PENGAGUM

Hanya seseorang bersama secarik kertasnya yang dibiarkan kosong disana.
Mendiamkan dirinya sejenak.
Supaya ia dapat menikmatinya.
Setiap detik pada laju waktu yang terlampau cepat.
Menuju sang gautama

Lampu-lampu rumah mulai dinyalakan
Suara-suara kecil si menara mesjid mulai berhembusan
Pikirannya sesekali menyenandunginya
Mensponsori hal yang paling ia minati dalam hidupnya
Ia hanyut di dalamnya.

Lalu semesta sekali lagi tersenyum padanya
Maka ia tersenyum pada Tuhan
Bersama nyala desa yang tak lebih buruk dari gugusan bintang di langit.

Mungkin karena segalanya terlalu indah untuk dinikmati sendiri
Mungkin karena menyenangkan merasa tak sendirian
Atau mungkin karena mengasyikkan memiliki kawan untuk diajak berbagi
Maka itulah kerinduannya.
Pada seseorang yang lain.

Barangkali tak ada yang sebesar ini.
Cintanya sang pengagum.