Friday, April 1, 2016

LEMPUNG

Serupa tungau yang meracau tidurnya sang bangau
Seribu derau yang bergurau di beranda surau
Demi lahut dan nasut yang tak pernah khatam dijamah
Manusia bersemat pongah adalah geladir yang hanya layak digurah

Lempung yang disemai di tanah sabung
Yang mengira tarung adalah cara menjadi pemilik segala dayung
Sedang yang senyata gajah di pelupuk mata
Hanya ketiadaan atas segala yang kita miliki semata

Sebut tiap zarah di segala arah
Saban antah di mula sejarah
Tak ada yang pelak menetap
Pun kita yang kelak terbekap

Bermuara sebuah pusara
Berkendara sebuah keranda

Hingga yang tinggal hanya Yang Tunggal


***
Post a Comment