Sunday, February 8, 2015

BILIK PENGAKUAN

Dua bulan lebih tanpa satupun tulisan terposting di halaman blog pribadi! Terlepas apapun, rekor tetaplah rekor dan seharusnya, saya tetap merayakannya haha.

Sejujurnya saya tidak menyangka jika saya akan benar-benar tiba pada saat-saat seperti itu. Maksud saya, saya sering membayangkannya; tentang ratusan tenggat waktu yang suatu saat akan membunuh saya, kemerdekaan saya, pemikiran dan segala aktualisasi saya, saya membayangkannya. Tapi soal ia datang secepat ini, saya benar-benar tidak pernah membayangkannya. Hanya butuh beberapa bulan berjarak dari ruang eksperimentasi tercinta saya (baca: Gedung Seni Rupa), untuk rupanya saya mulai lupa cara membuat sebuah karya! Membuat diri saya sendiri! Menyedihkan. Dan frasa “... tetap menjadi ikan sekalipun ia harus terbang...” barangkali harus menjadi frasa bualan terbesar saya karenanya.    

Saya cukup terkesan dengan beberapa akun ask.fm (sebagian besar memilih anonimus) yang masih menyisakan sekian menitnya untuk menuliskan,

irvan mari menulis lagi – anonimus -
Huhu terus semangatin eyke yaa. Mulai mengendor jd manusia normal layaknya manusia lainnya nih

kak, tulisanmu mana? bikin puisi lagi dong kayak yang di nol sembilan itu tuh.. – anonimus -
Yaah, gw baru puisi klo bulan ramadhan aja nih haha.
#puasa
#abaikan

:(  - anonimus -
haha kenapa? gw mengecewakan ya? Haha

van ngeblog lagi dong :' – anonimus -
haha siap komandan. terus ingetin eyke yaaa. mulai pikun nih haha

KAPAN NULIS BLOG LAGI? KAPAN BUAT SHORT MOVIE LAGI? KAPAN HEY KAU PEMUDA SETEMPAT! – anonimus -
aduuh jadi malu nih ga pernah bikin karya lagi. siap! pokoknya ini bakal gw pikirin terus haha !!

karena sadar atau tidak, ketimbang diri saya sendiri, justru merekalah yang akhirnya benar-benar tetap bisa menjaga fokus saya untuk mempertanyakan diri saya hari ini. Kawan maya dengan energi nyatanya. Tak bernama dengan semesta maknanya. Dan untuk segala keajaiban itu, mengikuti sebuah usulan salah satu anonimus lagi,

bang blogmu bikin font TNR (red – Times New Roman) jadi kelihatan lebih keren ahak ahak
Ohya ya? Yg Gw pake sih bashkerville. Masih favorit haha

sejak saat ini, saya akan mulai membuat postingan dengan menggunakan font Times New Roman haha.

Lalu hal lainnya, beberapa paragraf berikutnya mungkin adalah “sujud” saya untuk kalian. Yaa walaupun sangat memalukan karena sebetulnya paragraf itu adalah narasi yang ditolak klien akhir Januari lalu karena katanya terlalu berat, tapi jauh di balik itu, ia tetap adalah perkataan terdalamku untuk entitas-entitas di sekeliling saya yang selalu mengingatkan saya.

***


#1
Ada yang lebih mengerikan ketimbang sebuah kematian //
Ia adalah dicampakkan dan tidak dipedulikan //

Katanya //
Jangan pernah takut pada kematian //
Takutlah ketika mereka yang datang ke pemakamanmu //
Berlalu begitu saja tanpa sedikitpun bercerita tentangmu //

***

Untuk sekian waktu yang cukup lama //
Imaji itu diam-diam menyelinap ke dalam ketakutanku // 

Tapi ketika hari itu tiba //
Ketika mereka yang sebelumnya tak pernah ku kenal
menjabat tanganku // tersenyum manis lalu berbisik bahwa //

kita adalah tegangan yang sama // sebuah energi yang
tersesat lalu berkumpul pada putaran atom yang sama //

aku tahu bahwa hari itu // aku punya cerita itu //
Bahwa aku tahu // akan ada seseorang yang akan berdiri
sedikit lebih lama di ujung pembaringanku //

Berbicara tentang maaf dan berterima kasih untuk
waktu-waktuyang pernah terlewati di hari itu //

Hari ketika kita mendayung sampan yang sama //
ditiupi angin timur dan dibiarkan melaut ke sebuah
arah yang sama // diterpa badai dan kita saling tersenyum
bahwa semua akan baik-baik saja //

Hari ketika kita saling menyulangkan gelas kita //
dan memilih untuk pergi dalam dentuman yang sama //
berselam ria dalam lautan mosh pit // dan berjanji untuk
membangunkan siapapun yang tenggelam terinjak di dalamnya //

Hari ketika kita tak lagi tunduk pada gravitasi //
 melesat jauh melewati batas-batas yang tak pernah
ditempuh manusia manapun // tertawa mesra dan
bersepakat untuk tetap menjadi ikan sekalipun saat itu kita harus terbang //

***

Makna itu //
Dan seketika hidup menjadi sesuatu yang jauh lebih layak untuk diperjuangkan //

Sesuatu yang jauh lebih menarik ketimbang 
apa yang selalu dipercayai Silenus dengan keberuntungan mati muda //

***

Kita tidak membenci kerinduan //
Kita benci ketika cinta menjadi rumus fisika
yang kelewat rumit // untuk dijawab dengan
perhitungan jarak dan momentum //

Kita tidak membenci perpisahan //
Kita benciketika tak ada lagi yang mengingatkan
kita untuk menjadi manusia // saat kita mulai
menggonggong dan lupa cara untuk berdiri //

Kita tidak membenci menjadi tua //
Kita benci ketika kita terlalu pikun untuk ingat
bahwa menjadi muda adalah pilihan //

Dan sekali lagi //
Ketika imaji itu diam-diam menyelinap ke dalam ketakutanku lagi // 

Kau kembali menjabat tanganku //
Tersenyum manis dan berkata tentang sesuatu yang menggetarkan lagi //

Katamu //
Apa kau mengerti mengapa Tuhan hanya menciptakan dua tangan
sedangkan ada sepuluh bola yang harus kau bawa? //

Supaya kau tidak membawanya sendirian bisikmu //

Dan seketika itu //
Aku tahu bahwa aku tidak akan pernah sendirian //

[]




Post a Comment