Sunday, October 5, 2014

DIALOG IMAJINER : SEIKAT KURBAN

EXT. LAPANGAN, SORE HARI

Ada yang unik dengan pemandangan hari itu, karena diantara para pendaftar peserta kurban yang mayoritas didominasi oleh para lelaki paruh baya itu, seorang bocah dengan wajah kotor dan pakaian yang serba lusuh, rupanya ikut berbaris di antara mereka. Ia berhasil memunculkan banyak tanya di benak mereka yang hadir saat itu. Tapi tak satupun yang terjawab, hingga akhirnya bocah itu tiba di hadapan meja pengurus.

Pengurus :
“Maaf adik, ini untuk pendaftaran peserta kurban. Pembagian dagingnya baru akan diadakan besok”

Anak Kecil :
“Ya aku tahu.”

Pengurus yang masih keheranan itu lalu mencoba meladeninya.

Pengurus :
“Baiklah, jika begitu, apa yang bisa kakak bantu?”

Anak kecil itu lalu mengeluarkan sesuatu dari dalam karungnya.

Anak Kecil :
“Tiap tahun, termasuk juga dengan tahun ini, keluargaku tidak pernah mampu membeli hewan kurban untuk dibagikan.

Tapi ini, ini rumput terbaik yang aku kumpulkan hari ini. Paling tidak jika aku berikan rumput-rumput ini untuk kemudian dimakan hewan-hewan kurban itu, akan ada sesuatu dariku yang ikut terbagikan ketika daging-daging hewan ternak itu dibagikan. Jadi ini.”

Anak kecil itu pun tersenyum. Lalu pergi meninggalkan pengurus kurban itu bersama seikat rumputnya yang masih tergeletak rapi di atas meja itu.

***
Post a Comment